Kabar Terbaru Perkembangan Kasus Pembunuhan di Hililaora

Ket. Foto: Almarhum Korban Penikaman ML dirumah duka.

Detikbrita.com Nias Selatan – Perkembangan Kasus Pembunuhan di Desa Hililaora, Kecamatan Siduaori Kabupaten Nias Selatan. Satu orang terduga pelaku Inisial HT (20 Thn) diantar seorang pengacara dari Gunung Sitoli ke Polsek Lahusa.

Hal ini disampaikan salah seorang Kerabat Korban Inisial FL, melalui WhatsApp Selasa, (31/8/2022).

“Masih 1 orang HT (20 THN) yang di tangkap, Informasi di antar pengacara dari gusit ke Polsek lahusa. dan Informasi Marga dawolo.”pungkasnya.

Menurut informasi sementara dari keluarga korban FL, mengatakan. pihak keluarga korban akan mendatangi kantor Polsek Lahusa sekitar pukul 13.00 atau 14.00, untuk membuat laporan tertulis terkait kasus penikaman di Desa Hililaora pada Minggu (28/8/2022).

“Pagi ketua.rencana keluarga korban nanti melapor sekitar jam 1 siang. Di Polsek lahusa.mereka bersama ibu ibu, Jam 1 siang paling telat jam 2.”tutur salah seorang kerabat korban.

Lebih lanjut FL menjelaskan bahwa Almarhum korban penikaman ML direncanakan akan dikebumikan esok hari Rabu, (31/8/2022), di Desa Hililaora Kecamatan Siduaori.

“Almarhum direncanakan dikebumikan besok, karena hari ini menunggu kedatangan keluarga.”ujar FL.

Sementara Kapolres Nias Selatan AKBP. Reinhard H. Nainggolan, SH., SIK., MM. melalui Kasat Reskrim Polres Nisel AKP. Fredy Siagian saat di hubungi melalui WhatsApp, Selasa, (30/8/2022) membenarkan adanya seorang terduga pelaku diantar langsung oleh seseorang di Polsek Lahusa.

“Apakah benar ada terduga pelaku yg di serahkan kepolsek Lahusa melalui seorang pengacara dari Gunung Sitoli? ya.”jawabnya AKP Fredy Siagian singkat.

Sedangkan motif kejadian tersebut, diduga persoalan perbatasan tanah, “masalah batas tanah, sedangkan terduga pelaku HT saat ini masih diamankan di Kantor Polsek Lahusa.

Sementara ditanya berapa jumlah yang terlibat dalam kasus ini, Kasatreskrim AKP. Fredy Siagian mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah pelaku, dan saat ini masih dalam penyelidikan.

“belum bisa dipastikan berapa orang, masih penyelidikan.”ucap Fredy secara singkat.

Diberitakan sebelumnya Untuk sementara jumlah terduga pelaku 7 orang yakni, Alias Ama ST bersama 4 anaknya, dan dua orang bermarga B. menurut informasi dari pihak keluarga Korban. Ama LL.”jawabnya singkat saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp Senin,(29/8/2022).(Suasana H.).

BAGIKAN:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *