Mantan Bendahara Desa Lolohowa Bantah Soal Uang 172 Juta Lebih

Ket Foto: Mantan Bendahara Desa Lolohowa

Detikbrita.com Nias Selatan – Soal uang Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2020, di Desa Lolohowa Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. yang di kabarkan diduga digelapkan, atau berada di tangan Bendahara, itu tidak benar, tapi yang sebenarnya berada di tangan kepala Desa.

Hal itu disampaikan Mantan Bendahara Desa Lolohowa Elikasim Halawa, kepada Media ini, saat dihubungi via telepon seluler Sabtu, (03/9/2022).

Dokumen Berita Acara
Dokumen Berita Acara Ketika di Fasilitasi di Kantor Camat Lolowau

“Itu tidak benar pak, uang ada di tangan saya. tapi di tangan kepala Desa pak. kalau saya tidak ikuti pasti saya di pecat. tapi karena perintahnya saya ikuti. Karena memangsih masih banyak yang belum dia tandatangani yang diambilnya sama aku uang, tapi di buku catatan harian saya ada dan disitu tercatat semua, harinya, berapa diambil kepala desa ada semua sama aku itu.”ujar mantan bendahara Desa Lolohowa itu.

Elikasim mengatakan, setelah selesai melakukan penarikan sejumlah uang di BANK BRI, langsung diserahkan kerumahnya,  karena tidak jauh disamping BRI Lolowau. dan ada sebagian bukti kwitansi sejumlah uang yang diambil oleh kepala Desa.”bebernya.

“Selesai kita ambil uang di BRI langsung saya antar kerumahnya. Karena kata kepala Desa, anggaran Dana Desa itu anggaran kepala Desa. saya hanya mengikuti perintah dia, kalau dia bilang kasi semua uang itu, uangnya saya kasih. saya bilang nanti sama dia tolong tandatangani kita buat kwitansi, katanya seratus juta dia tidak mau. dia bilang sama aku gak usah.”jelas Elikasim Halawa.

Lebih lanjut Elikasim Halawa menjelaskan bahwa, menurut dia, tidak ada lagi wewenangnya masalah uang DD atau ADD di Desa Lolohowa Tahun 2020. alasannya karena ia sudah di pecat sebagai bendahara. semua berkas dan aset Desa telah ia serahkan kepada kepala desa.

“Yang penting tidak ada sangkut pautnya sama saya, karena saya sudah dipecat, dan semua aset Desa itu telah saya kembalikan. terlebih-lebih Laptop, dan berkas sudah saya serahkan apalagi uang.”tandasnya.

Mantan Bendahara ini menyampaikan pernyataan keras bahwa, jika nanti sampai diranah hukum, yakni, di Kejaksaan dan di pengadilan, pihaknya akan membongkar semua bukti-bukti bahwasanya apa yang dituduhkan kepadanya selama ini tidak benar.”tandasnya.

“Tapi disitu nanti saya bongkar kalau sampai di kejaksaan atau di pengadilan. biarkan saja apa yang dibilang kepala Desa dulu. Tapi menurut saya tidak takut, dan tidak ada di pernyataan saya jika saya dipecat di potong gaji, kenapa disebut gara-gara uang tahun 2020 gak ada pernyataan saya seperti itu.”ujarnya.

Selain itu ia juga akan membuat Laporan Pengaduan di Polres Nias Selatan terkait salah satu akun Facebook yang di duga palsu yang memakai Fotonya.”ucap mantan Bendahara itu.

“Saya akan melaporkan akun palsu Facebook yang memakai Foto saya, dan saya tahu orang itu.”ujarnya singkat.

Disilain sekalipun pihaknya telah menandatangani surat berita acara saat di panggil di Kantor Camat Lolowau, dan surat pernyataan yang isinya adalah mengakui, bahwa sejumlah uang ia bertanggung jawab dan utuh Tahun Anggaran 2020. Namun itu menurut nya tidak ada lagi sangkut pautnya, karena dia telah dipecat”ucap Elikasim.

Diberitakan sebelumnya Jumat,(02/9/2020) Dana Desa DD/ADD di Desa Lolohowa, Tafakhoi Halawa berharap kepada yang bersangkutan oknum mantan Bendahara Desa Lolohowa EH, uang 172 juta rupiah lebih yang masih berada ditangannya, segera dikembalikan ke-Rekening Desa.(Penulis: Suasana H.).

 

BAGIKAN:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *