Nilai Bangunan RSUD Nisel 48,5 M Diduga Gagal Konstruksi

Ket Foto: Amati Dachi,S.H

Detikbrita.com Nias Selatan – Pembangunan RSUD yang terletak di Desa Hiliana’a, Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Propinsi Sumatera Utara, dengan nilai kontrak sebesar Rp.48,5 miliar diduga gagal konstruksi.

Hal itu dia sampaikan Seorang Partisi Hukum Amati Dachi, SH kepada sejumlah awak media, Rabu (07/9/2022).

Salah Satu Plafon Gedung yang Rusak

“Menurut hemat saya bangunan tersebut dapat diduga gagal konstruksi. Pasalnya, baru sekitar 6 bulan difungsikan, namun beberapa item konstruksi bangunan, diantaranya plafon sudah ada yang ambruk, dinding retak-retak, apabila hujan lantai bangunannya tergenang air hingga mengganggu aktifitas pelayanan kesehatan,”tuturnya.

Menurut dia, dengan anggaran Rp.48,5 miliar itu, Nias Selatan bisa mempunyai Rumah Sakit yang bangunannya bisa lebih megah, kokoh, berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Nias Selatan, dalam hal pelayanan kesehatan. Terlebih anggaran tersebut peruntukannya hanya untuk bangunan saja, Pemda tidak lagi mengadakan lahan, sebab pertapakan Rumah Sakit tersebut berasal dari hibah masyarakat.

Tapi dia merasa aneh, karena faktanya, dengan anggaran sebesar itu bangunan yang kita lihat hanya terdiri dari dua blok dengan kondisi gedung yang sangat memprihatinkan. Dengan keadaan gedung seperti itu membuat pegawai maupun pasien yang berkunjung sangat  tidak nyaman.”pungkasnya.

“Bagaimana kalau bangunan RSUD tidak kokoh tiba-tiba terjadi gempa, kan bisa rubuh, hal ini dapat membahayakan para pegawai yang bertugas dan pasien yang sedang dirawat. Kita tau kalau kepulauan Nias rawan gempa, jadi konstruksi bangunannya wajib kokoh atau berkualitas,”tandasnya Amati Dachi.

Maka hal ini salah satu temuan awal kepada penegak hukum, atau pihak yang berwajib dalam melakukan penyelidikan atas beberapa hal di atas.”ucap Amati.

“Anggaran pembangunan Rumah Sakit ini bersumber dari DAK Tahun Anggaran 2020 dengan nilai kontrak Rp.48,5 miliar yang dikerjakan oleh PT Gemilang Mandiri. Menurut hemat saya dengan anggaran sebesar itu dan fakta bangunan di lapangan, maka pelaporan atas dugaan gagal konstruksi ini sepatutnya dilaporkan kepada penegak hukum di tingkat pusat boleh Bareskrim Polri atau KPK,” tandasnya.

Kadis Kesehatan Nias Selatan, Heny K. Duha saat dikonfirmasi terkait ini, Kamis (8/9/2022) Melalui WhatsApp, menyampaikan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Nias Selatan saat ini telah di manfaatkan, alasannya ialah, telah memiliki Izin Operasional.

“RSUD Nias Selatan saat ini telah dimanfaatkan dan berfungsi sebagai salah satu Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Nias Selatan. Mengapa sudah berfungsi..? :

1. RsUD Nias Selatan telah memiliki Ijin Operasional yaitu , Nomor : 503/0001/OPRS/DPMPPTSP/2022, Tanggal 27 Juli 2022.

2. Nomor Registrasi Rumah Sakit dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Nomor: 1214022. Tanggal 22 Agustus 2022

3. Pemberian layanan dokter spesialis penyakit dalam. Menyusul pelayanan dokter Bedah, Obgyn dan Anastesi.

Menurut dia, Kalau dilihat dari segi Gedung RSUD Nisel itu saat ini telah difusingkan sebagai Fasilitas Pelayanan dibidang kesehatan.

“Jadi dari sisi gedung RSUD Nias Selatan sudah berfungsi sebagai Fasilitas Pelayanan Yaitu Rumah Sakit.”ucap dr.Heny K. Duha.(Penulis: Tim/Suasana H.).

 

 

BAGIKAN:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *