Eksekusi Putusan Pengadilan Tinggi Medan, Tahan Oknum Kades Bawofanayama

Ket Foto: Kasi Pidum Kejari Gunung Sitoli

Detikbrita.com Gunung Sitoli – Oknum Kades Bawofanayama ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2B Kota Gunungsitoli, atas Penggelapan dan Penipuan Tahun 2020 yang lalu di Wilayah Hukum Kota Gunung Sitoli.

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli melalui Kasi Pidum Bowo Gulo, SH, di Ruang Kerjanya Jumat, (14/10/2022).

“Terdakwa PW telah di lakukan Penahanan, saat ini berada di Lapas Gunung Sitoli, sejak 11/10/2022 hari Selasa yang lalu.”ucap Kasi Pidum kepada awak media.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Terdakwa PW akan menjalani sisa hukum penjara selama 56 hari kedepan, sejak di lakukan Penahanan.

Sebelumnya Terdakwa PW telah di tahan mulai 21 September 2020, sampai 10 Oktober 2020 dengan status tahanan kota, lalu, di perpanjang kembali penahanan nya dari 11 November 2020 Samapi 10 Desember 2020 sebagai tahanan Rumah.”jelas Bowo Gulo.

Ia menambahkan, Penahanan terakhir 11 Desember 2020 sampai 8 Februari 2021. Sehingga atas Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor: 29/05/2021 Nomor 371/Pid/2021/PT MDN 3 (tiga) bulan Penjara tersisa 56 hari.”ujarnya.

Sementara menanggapi Informasi terkait Penahanan Oknum Kades Bawofanayama PW, Ketua BPD Bawofanayama Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan, mengapresiasi langkah Kejari Gunung Sitoli atas Penahanan Oknum Kades Bawofanayama. sekalipun lama namun hal itu menandakan bahwa, tidak ada yang kebal hukum.”tuturnya. Kepada wartawan melalui WhatsApp Jumat, (14/10/2022).

“Kami apresiasi Kepada kejaksaan Gunungsitoli atas penangkapan yang dilakukannya kpd oknum kepala desa tersebut, sekalipun Putusan pengadilan tersebut sudah sangat lama, namun tetap dilaksanakan, menandakan bahwa tidak ada yang kebal akan hukum di Negeri ini.”jelas Ketua BPD Bawofanayama.

Ia menambahkan, agar penanganan terhadap kasus-kasus yang lain yang sedang berjalan dapat dituntaskan, sebab masih ada kasus Dana Desa yang belum terselesaikan.

“Tentu kami berharap supaya kasus-kasus yang lain, dapat dituntaskan sesuai hukum yang berlaku, terutama tentang Indikasi Penyalahgunaan Dana Desa Bawofanayama yang dilakukan oleh kepala Desa Bawofanayama. TA 2020 dan TA 2021 yang telah dilaporkan Oleh BPD dan Masyarakat kepada Inspektorat, Polres, dan Kejaksaan Kab. Nias Selatan. Semoga penegak Hukum dapat bekerja secara profesional.”

Pihaknya berharap kepada penegak hukum dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku. agar memudahkan kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum. Ketua BPD Bawofanayama.”pungkasnya Ketua BPD Iwin Sugianto Fau.(Suasana H.).

 

BAGIKAN:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *