Proyek 9M Lebih Dari Kementerian Perhubungan Diduga Asal Jadi

Detikbrita.com Teluk Dalam – Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Pulau Teluk Dalam, di kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, diduga bahan material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi, baik kerikil maupun pasir.

Pasalnya, pantauan wartawan media ini Kamis, (08/12/2022), melihat beberapa tumpukan bahan material yang digunakan, diantaranya, Kerikil atau batu berukuran 2×3 dan pasir yang tidak seperti biasanya digunakan disetiap pekerjaan pengecoran pada umumnya.

Sebab, bahan material kerikil berukuran 2×3, bahkan ada yang lebih, dan diduga olahan secara manual, sehingga ukurannya tidak merata, begitu pula dengan pasir yang diduga bercampur tanah.

Lagi-lagi saat media ini bertanya kepada pekerja, siapa sebagai penanggung jawab lapangan dan Konsultan Supervisi di lapangan, mereka tidak ada yang tahu,  alasannya belum datang. sedangkan pekerja masih banyak yang tidak mengenakkan pakaian atau peralatan safety.

Sesuai yang terpasang dipapan proyek, sebagai Kontraktor Pelaksana CV. FAYOSI INDAH PERKASA, Nomor Kontrak PL.107/1/5/PPK.I/BPTD-II/V/SP/TELUKDALAM/2022, Tanggal.17 Mei 2022. Waktu pelaksanaan 180 Hari Kalender, Nilai Kontrak. Rp.9.114.279.000.(Sembilan miliyar, seratus empat belas juta, dua ratus tujuh puluh sembilan ribu rupiah). Konsultan Supervisi, CV.HAWARINS.

Anehnya lagi, sebelum dilakukan pengecoran, disiram pakai air laut, alasannya membersihkan sampah. setelah selesai disiram pengecoran di lakukan, dan kalau mereka tidak disuruh bekerja oleh konsultan, mereka tidak kerja.”ucap Wandi kepada awak media.

“Kita kalau gak diperintah sama dia (Konsultan), kita gak kerja,”ucap Mandor “Wandi.

Namun saat ditanya kembali dimana Konsultan pengawas, salah satu pekerja mengungkapkan di depan sejumlah awak media sedang tidur. sedangkan pembesian yang digunakan ukurannya, mulai dari 8-10mm biasa, dan 13-16-19mm ulir, kemudian paling besar 22mm ulir. seperti yang di ungkapkan salah satu pekerja di lokasi.

Selain itu, media ini mencoba menghubungi salah seorang yang diduga sebagai Penanggung jawab lapangan, atau pihak kontraktor Patar Purba,  via telepon selulernya dan melalui WhatsApp Kamis, (08/12/2022), tidak membalas atau merespon, namun terlihat telah dibaca, hingga berita ini diterbitkan.

Penulis: S. Harita

Editor: Suasana H.

 

 

 

 

 

BAGIKAN:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *