Terduga Pelaku Pengeroyokan di Hiliotalua, Akan Dilakukan Penjemputan Paksa?

Ket Foro: Kantor Reskrim Polres Nias Selatan

Detikbrita.com Nias Selatan, – Kasus dugaan pengeroyakan di wilayah Desa Hiliotalua Kecamatan Lahusa, penyidik akan melakukan penjemputan paksa, jika tidak memenuhi undangan sebagai saksi di Polres Nias Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Kapolres Nias Selatan AKBP. Reihard M. Nainggolan, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP. Fredy Siagian, saat di hubungi awak media melalui pesan WhatsApp, Rabu, (18 /01/2023), mengatakan pihaknya telah memanggil terlapor, dan bahkan sudah panggilan ke dua, namun tak dihadiri.

“Terlapor sudah dipanggil sebagai saksi 2x, Namun tidak datang.”ucap Kasat Reskrim.

Pihaknya akan melakukan penjemputan paksa terhadap terlapor, jika tidak memenuhi panggilan atau undangan dari penyidik, dan terlebih dahulu pihaknya akan berkoordinasi kepada keluarga pelapor, guna kejelasan dan informasi keberadaan terduga.

“rencana tindak lanjut, surat perintah membawa. kami koordinasi dulu dgn kel pelapor, untuk mengetahui keberadaan Terlapor”Jawab kasat Reskrim singkat.

Kasat berharap kepada terlapor untuk datang memenuhi undangan penyidik di polres Nias Selatan, dan menjelaskan kornologis yang sebenarnya.

“kita harapkan, datang aja kepolres untuk menjelaskan seperti apa kejadian nya.”imbuhnya.

Sementara orang tua Korban, “Ukiran Hulu, sangat berharap kepada pihak penyidik polres Nias Selatan, untuk mendapat kepastian hukum, atas apa yang dialami anaknya. “ucap orang tua korban Rabu, (18 /01/2023), di teluk dalam.

“Saya sebagai orang tua korban, harapkan ada keseriusan dan kepastian hukum atas yang di lakukan para terlapor kepada anak saya.”pintanya.

Sebab menurutnya, para terlapor bisa saja tidak lagi berada di wilayah polres Nias Selatan saat ini, dan hal itu terjadi akibat dari lambatnya proses penyelidikan, sehingga para terduga sempat melarikan diri.

“akibat lamanya proses ini, para pelaku bisa saja melarikan diri keluar daerah.

Sebab, Kasus ini sudah berbulan-bulan, diperkirakan mencapi tiga bulan setengah, sejak dilaporkan di Polres Nias Selatan.

“Kasus ini sudah lama dilaporkan, sudah mencapai tiga bulan setengah sampai saat ini.”ucap Ukiran.

Penulis: Harita.
Editor: Suasana H.

BAGIKAN:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *