Kades Awoni Ditahan, Kasusnya Sangat Berat!!

Ket Foto: TSK tengah dan Personil Reskrim

Detikbrita.com Nias Selatan, – Terduga pelaku perzinahan atau persetubuhan yang diduga kuat dilakukan Oknum Kades Awoni Kecamatan Idanotae, Inisial OT, kini di tetapkan sebagai tersangka oleh penyidik, dan telah ditahan di Mapolres Nias Selatan, (Nisel).

Diketahui bahwa, sebelumnya, tersangka OT mengelak, dirinya telah melakukan persetubuhan terhadap korban WT, saat dimintai keterangannya, namun dalam tahapan penyelidikan yang dilakukan oleh tim yang menangani kasus tersebut, mendapat bukti-bukti yang kuat, sehingga penyidik menetapkan Oknum Kades Owoni Sebagai Tersangka.

Kapolres Nias Selatan, AKBP. Reinhard H. Nainggolan, S.I.K, melalui Ps. Kasi Humas Polres Nisel Bripda Aydi Mashur kepada awak media, via WhatsApp, Selasa, (14/02/2023), membenarkan bahwa, Oknum Kades Awoni OT, telah ditetapkan sebagai tersangka, dan telah dilakukan penahanan.

“Ia, benar Kades Awoni OT, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan.”ucap Aydi Mashur.

Pihaknya menjelaskan, OT ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu, (08/02/2023), sedangkan penahanan, dilakukan Jum’at, (10/02/2023). tersangka di jerat pasal 293 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“OT ditetapkan sebagai tersangka pada hari Rabu tanggal 8 Februari 2023, dan penahanan dilakukan sejak hari Jum’at tanggal 10 Februari 2023.

Kepada tersangka kita terapkan pasal 293 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.,”tandasnya.

Terpisah Kuasa Hukum korban (WT), Adv.Aperius Gea, S.H., M.H, mengapresiasi yang setinggi-tingginya Kepolisian Resor Nias Selatan, dengan dilakukan penetapan tersangka dan sekaligus penahananan terhadap Kades Awoni OT.

“Kami dari segenap pimpinan dan pengurus YLBH-Maped berikan apresiasi buat Polres Nias Selatan, proses ini termasuk sangat cepat,” ujarnya.

Menurut kuasa hukum korban WT, Aperius Gea, menjelaskan, Atas kejadian tersebut kliennya mengalami trauma dan merasa ketakutan, disebabkan karena ancaman tersangka.

“Korban trauma, merasa sangat malu dan juga ketakutan karena sempat diancam akan dibunuh.,”ujarnya.

Tidak sampai disitu saja, selain diancam akan dibunuh, korban dan keluarga sempat diiming-iming sesuatu oleh pihak tersangka. sejumlah uang sebanyak puluhan juta rupiah.

“Ada diiming-iming uang Rp 30 juta sampai Rp 50 juta untuk perdamaian, dan sempat diancam bakal masuk penjara jika tidak mau berdamai.,”bebernya oleh pengacara korban.

Aperius Gea berharap tersangka dapat segera diadili, agar korban mendapat keadilan dan kepastian hukum. sesuai dengan perbuatannya.

“kita berharap agar tersangka ini dapat segera diadili untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tandasnya.

Penulis: Tim/Harita.

Editor: Suasana H.

 

BAGIKAN:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *